Alamat

Gedung Pascasarjana UIN Madura

Telp./WA

(0324) 6-1234-33

Email

dis@iainmadura.ac.id

HAJI TAMATTU’ MENJADI PILIHAN POPULER PARA JEMAAH HAJI

  • Diposting Oleh Admin
  • Minggu, 17 Mei 2026
  • Dilihat 313 Kali
Bagikan ke

Oleh: Dr. H. Imam Amrusi Jailani, M.Ag.

(Pembimbing ibadah haji kloter)

 

Jemaah haji sudah mulai banyak berdatangan di tanah suci. Untuk gelombang satu sudah diberangkatkan semua. Mereka telah diterbangkan ke Madinah, dan baru setelah 9 hari di Madinah mereka kemudian antarkan ke Mekkah untuk melanjutkan perjalanan ritual menuju pagelaran haji akbar yang terpusat pada Armuzna (Arafah, Muzdhalifah dan Mina), kemudian menyempurnakan dengan tawaf Ifadhah dan ditutup dengan tawaf wada’.  Namun sebelum Jemaah haji, bagi yang memilih haji tamattu’ harus terlebih dahulu mengerjakan umroh sebelum melaksanakan ibadah haji, Hukum melaksanakan umroh juga wajib, sama dengan haji. Makanya juga disebut umroh wajib. Hal tersebut ditegaskan oleh Allah dalam Al-Qur’an, suah Al-Baqarah, ayat 196;

وَاَتِمُّوا الْحَجَّ وَالْعُمْرَةَ لِلّٰهِ ۗ فَاِنْ اُحْصِرْتُمْ فَمَا اسْتَيْسَرَ مِنَ الْهَدْيِۚ وَلَا تَحْلِقُوْا رُءُوْسَكُمْ حَتّٰى يَبْلُغَ الْهَدْيُ مَحِلَّهٗ ۗ فَمَنْ كَانَ مِنْكُمْ مَّرِيْضًا اَوْ بِهٖٓ اَذًى مِّنْ رَّأْسِهٖ فَفِدْيَةٌ مِّنْ صِيَامٍ اَوْ صَدَقَةٍ اَوْ نُسُكٍ ۚ فَاِذَآ اَمِنْتُمْ ۗ فَمَنْ تَمَتَّعَ بِالْعُمْرَةِ اِلَى الْحَجِّ فَمَا اسْتَيْسَرَ مِنَ الْهَدْيِۚ فَمَنْ لَّمْ يَجِدْ فَصِيَامُ ثَلٰثَةِ اَيَّامٍ فِى الْحَجِّ وَسَبْعَةٍ اِذَا رَجَعْتُمْ ۗ تِلْكَ عَشَرَةٌ كَامِلَةٌ ۗذٰلِكَ لِمَنْ لَّمْ يَكُنْ اَهْلُهٗ حَاضِرِى الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ ۗ وَاتَّقُوا اللّٰهَ وَاعْلَمُوْٓا اَنَّ اللّٰهَ شَدِيْدُ الْعِقَابِ

Artinya: "Dan sempurnakanlah ibadah haji dan umrah karena Allah. Jika kamu terkepung (terhalang oleh musuh atau karena sakit), maka (sembelihlah) kurban yang mudah didapat dan jangan mencukur (rambut) kepalamu sebelum kurban sampai di tempat penyembelihannya. Jika ada di antaramu yang sakit atau ada gangguan di kepala (lalu dia bercukur), dia wajib berfidyah, yaitu berpuasa, bersedekah, atau berkurban. Apabila kamu dalam keadaan aman, siapa yang mengerjakan umrah sebelum haji (tamatu'), dia (wajib menyembelih) kurban yang mudah didapat. Akan tetapi, jika tidak mendapatkannya, dia (wajib) berpuasa tiga hari dalam masa haji dan tujuh hari setelah kamu kembali. Itulah sepuluh hari yang sempurna. Ketentuan itu berlaku bagi orang yang keluarganya tidak menetap di sekitar Masjidil Haram. Bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah Maha Keras hukuman-Nya." (QS Al-Baqarah: 196).

Terdapat beberapa kloter yang sudah diangsur dari Madinah menuju Mekkah dan hanya tinggal beberapa kloter saja yang masih di Madinah. Sementara untuk gelombang dua diberangkatkan langsung dari bandara Juanda menuju Jeddah dan kemudian bergeser ke Mekkah sesuai dengan sektor dan hotelnya masing-masing. Bagi gelombang satu, mereka setelah 9 hari di Madinah, kemudian memulai untuk melaksanakan umroh wajib, karena kebanyakan mereka mengambil skema haji tamattu’. Jadi mereka mengambil miqat umroh di Bir Ali atau Dzul hulaifah. Kemudian dengan memakai armada bus, mereka menuju Mekkah dan menunaikan pelaksanaan ibadah umroh, yaitu dengan tawaf dan as’I, kemudian tahallul. Setelah itu mereka kembali ke hotelnya masing-masing. Pemilihan skema haji tamattu’ ini dipilih oleh mayoritas jemaah haji, bahkan lebih dari 90% mereka yang berhaji tamattu’, dengan kompensasi membayar dam, yaitu menyembelih seekor kambing. Adapun pelaksanaan penyembelihan dam itu dikoordinir oleh lembaga penyelenggara dam di Arab Saudi yaitu Adhohi.

Sementara bagi jemaah haji gelombang kedua sudah terdapat  beberapa kloter yang diterbangkan dari bandara Juanda menuju Jeddah. Mereka mengambil skema haji tamattu’ yang melaksanakan umroh terlebih dahulu, kemudian baru haji. Skema tersebut diharuskan menerima  konsekuensi membayar dam. Kemudian, karena mereka langsung menuju Jeddah, maka mereka mengambil miqat ihram tamattu’ di atas pesawat, di area lintasan Qornul manazil atau wilayah Yalamlam. Mereka sudah berpakaian ihram mulai dari Asrama Haji Embarkasi Surabaya, untuk memudahkan jemaah haji, karena tidak perlu lagi berganti dengan memakai kain ihram, seandainya mereka memakai pakaian sehari-hari.

Kemudian setelah mereka landing di Bandara Jeddah, mereka digeser menuju hotel di Mekkah. Setelah istirahat cukup untuk mengatasi rasa penat karena perjalanan, mereka dipandu oleh para petugas penyelenggara ibadah haji, baik dari pembimbing ibadah, ketua kloter dan petugas kesehatan kloter, serta dibantu oleh petugas haji daerah dan pembimbing haji KBIHU, mereka melaksanakan umroh wajib. Mereka diberangkatkan dari hotel, bagi yang ditempatkan di wilayah Syisah dan Raudhah, dengan memakai bus sholawat menuju Masjidil Haram. Kemudian mereka melaksanakan tawaf dianjurkan dengan sa’i serta diakhiri dengan tahallul, mencukur rambut. Setelah itu mereka digeser kembali ke hotel masing-masing, karena sudah menyelesaikan umroh wajib. Maka selesailah kewajiban umroh mereka, dan untuk sementara waktu mereka beristirahat sambil menunggu waktunya puncak haji di Armuzna.

Mekkah, 14 Mei 2026/27 Dzulqa’dah 1447 H.