Alamat

Gedung Pascasarjana UIN Madura

Telp./WA

(0324) 6-1234-33

Email

dis@iainmadura.ac.id

MEMBANGUN SINERGI DI ANTARA PARA PETUGAS PENYELENGGARA IBADAH HAJI UNTUK MISI IBADAH HAJI YANG MABRUR

  • Diposting Oleh Admin
  • Selasa, 19 Mei 2026
  • Dilihat 219 Kali
Bagikan ke

Oleh: Dr. H. Imam Amrusi Jailani, M.Ag.

(Pembimbing ibadah haji kloter)

 

 

Penyelenggaraan ibadah haji merupakan agenda akbar dan rutinitas tahunan yang melibatkan berbagai pihak, bukan hanya dalam skala nasional, akan tetapi sudah level international. Begitu akbarnya penyelenggaraan ibadah haji sehingga membutuhkan penanganan secara profesional yang melibatkan para petugas yang handal dan berkualitas tinggi. Para petugas yang direkrut pun tidak sembarangan. Mereka harus melalui seleksi yang ketat untuk dipercaya mengemban amanah yang begitu mulia dan penuh dengan tanggung jawab. Hal tersebut tidak cukup dengan sekedar melihat track record mereka saja. Mereka harus memiliki skil dan semangat tinggi untuk mengemban misi mulia sebagai penyelenggara haji untuk memakmurkan penyelenggaraan ibadah haji dan mengantarkan para jemaah haji menuju ke haji mabrur. Mereka juga harus sudah terdidik dan terlatih, sehingga mereka harus sudah digodok dalam kawah candra di muka pendidikan dan latihan agar mereka mumpuni dalam mengemban misi agung tersebut.

Amanah yang dipercayakan oleh negara kepada para petugas penyelenggara ibadah haji harus disikapi dengan sikap profesional dan penuh tanggung jawab, sehingga penyelenggaraan ibadah haji berjalan dengan baik, dan segala kendala yang dijumpai di lapangan bisa diatasi dan dikendalikan serta bisa dicarikan solusi yang terbaik untuk mengantarkan jemaah haji menjadi haji mabrur. Untuk itulah dibutuhkan adanya sinergi di antara para petugas haji yang dipercaya menangani perhajian bagi para jemaah haji dari tanah air.

Para petugas penyelenggara ibadah haji terdiri dari berbagai kalangan dan berbagai disiplin keilmuan dan skill yang mumpuni. Mereka harus saling bau-membau dan bersinergi untuk sama-sama memberikan pelayanan, bimbingan, perlindungan dan keamanan bagi para jemaah haji. Mereka yang dengan sekuat tenaga memberikan pelayanan berasal dari para pembimbing dan tenaga pengabdi dari berbagai kelompok bimbingan ibadah haji dan umroh. Dan di antara mereka, di dalam setiap kelompok terbang itu ada yang dipercaya menjadi ketua regu dan ketua kelompok. Mereka harus bersinergi dengan para petugas haji kloter yang terdiri dari ketua kloter, pembimbing ibadah haji kloter dan tenaga kesehatan kloter yang ditunjuk oleh pemerintah, dalam hal ini Kementerian Haji dan Umroh.

Para petugas penyelenggara ibadah haji yang menyertai jemaah pun harus bersinergi dengan petugas haji Arab Saudi yang ditempatkan di berbagai sektor dan daerah kerja yang terdiri dari pembimbing ibadah haji di sektor, petugas bagian akomodasi, konsumsi dan transportasi, serta banyak lagi petugas yang disebar di berbagai titik di Arab Saudi, baik di Mekkah, Armuzna maupun di daerah-daerah lain sekitar Mekkah. Demikian pula di Madinah terdapat banyak petugas haji Indonesia yang ditugaskan di daerah kerja Madinah yang juga harus bersinergi dengan para petugas penyelenggara ibadah haji dari semua kloter yang sudah datang ke Arab Saudi, baik di Mekkah maupun di Madinah. Para petugas penyelenggara ibadah haji dari Indonesia juga harus bersinergi dengan para petugas dari pemerintah Arab Saudi yang menangani urusan haji.

Sinergi di antara mereka sangat penting karena mereka semua akan menangani persoalan haji tidak kurang dari 221.000 jemaah haji. Sinergi tersebut dapat menjalin hubungan saling terkait antara satu dengan yang lainnya, sehingga terjalin kekuatan saling membantu dan menutupi kekurangan dari sebagian petugas dengan kelebihan yang ada pada petugas yang lain. Begitu pula sinergi akan bisa mengantarkan penyelenggaraan ibadah haji yang lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya, sehingga bisa diharapkan dengan adanya sinergi diantara para petugas haji yang mengemban amanat saling membantu, saling mengingatkan, bau-membau memberikan pelayanan terbaik, sehingga bisa dirasakan manfaatnya oleh para jemaah haji dan mereka bisa merasakan kenyamanan dari adanya penyelenggaraan ibadah haji. Penyelenggaraan ibadah haji akan menjadi nyaman dan menyenangkan.

Kondisi mental seperti itu sangat dibutuhkan agar mereka memperoleh haji mabrur dan kemabruran itu akan dengan sendirinya digapai oleh mereka dengan cara berhaji sesuai dengan tuntunan dan arahan yang diberikan oleh para petugas haji. Tentunya kerjasama sangat dibutuhkan saling pengertian dan proaktif dari berbagai pihak dan petugas agar memberikan sumbangsih yang bermanfaat bagi pelanggaran ibadah haji yang baik. Semoga haji kita, haji para jemaah menjadi haji yang mabrur yang diridhoi oleh Allah subhanahu wa ta'ala. Amin.

Mekkah, 13 Mei 2026/26 Dzulqa’dah 1447 H.