SKEMA MASUK KE RAUDHAH
- Diposting Oleh Admin
- Jumat, 19 Juni 2026
- Dilihat 332 Kali
Oleh: Dr. H. Imam Amrusi Jailani, M.Ag.
(Pembimbing ibadah haji kloter SUB 74)
Madinah, 17 Junii 2026/2 muharram 1448 H. Pemandangan yang begitu menakjubkan di belahan Masjid Nabawi Madinah yang dipenuhi oleh ribuan jemaah yang sedang mengantri untuk masuk ke sebuah tempat yang penuh dengan barokah yaitu Raudhah. Raudhah merupakan tempat yang tidak seberapa luas namun selalu diburu oleh pada Jemaah. Jika dulu para jemaah selalu berebut bahkan kadang tak kunjung bisa untuk memasuki Raudhah. Terkadang Siapa yang kuat dia yang bisa masuk, dan tidak semua jemaah bisa memasukinya. Namun pada musim haji kali ini dan beberapa musim yang telah lalu, Raudhah telah diatur sedemikian rupa dengan skema yang terjadwal dalam schedule penjadwalan untuk memasuki Raudhah. Maka setiap kloter atau rombongan sudah dijadwal untuk bisa memasuki Raudhah, dan hanya sekali saja. Walaupun ada juga jemaah yang masih bisa mendapatkan kesempatan untuk bisa memasukinya, yaitu dengan cara menggunakan aplikasi.
Raudhah dengan segala keistimewaannya telah menarik perhatian para jemaah haji dari seluruh dunia untuk bisa masuk dan bersimpuh di sepetak atau ruangan berukuran 15 x 25 m., yang sering dilalui oleh Nabi. Beliau juga sering duduk-duduk di area itu untuk memberikan dakwah kepada para sahabat serta terkadang menyampaikan wahyu kepada mereka.
Raudhah memiliki batasan lokasinya, dari arah Timur, Raudhah dibatasi oleh rumah Aisyah radhiyallahu anha, yang kini menjadi makam Nabi Shallallahu alaihi wa sallam. Dari arah Barat, batasnya adalah mimbar Rasulullah saw. Dari arah Selatan, batasnya sejajar dengan ujung mihrab Nabi, yaitu bagian depan masjid lama. Dari arah Utara, batasnya adalah garis sejajar dengan ujung akhir rumah Aisyah radhiyallahu anha. Dengan demikian ukuran Raudhah yakni 22 x 15 meter menjadi 330 meter persegi. Lokasi Raudhah dibedakan dengan karpet yang berwarna hijau, sementara lantai masjid yang lainnya berwarna merah.
Rasulullah menyebutkannya sebagai taman dari beberapa taman surga, oleh karenanya Raudhah sering disebut sebagai taman surga sebagaimana dalam hadits Riwayat Imam Bukhari;
مَا بَيْنَ بَيْتِي وَمِنْبَرِي رَوْضَةٌ مِنْ رِيَاضِ الْجَنَّةِ
“Tempat di antara rumahku (sekarang makam) dan mimbarku ini adalah Raudhah (kebun) di antara beberapa taman surga.”
Umat Islam berlomba untuk memperbanyak ibadah di area tersebut karena Raudhah adalah tempat yang mulia untuk beribadah. Banyak keistimewaan Raudhah yang didapat ketika beribadah di sana. Beberapa pendapat menyebutkan bahwa Raudhah merupakan taman-taman surga yang nantinya akan dipindahkan ke surga, sehingga menjadi sebab seseorang masuk ke surga. Ada juga pendapat yang menyebutkan bahwa Raudhah adalah ibarat taman-taman di surga, siapa yang beribadah di tempat itu akan merasakan ketenangan. Umat Islam dapat melakukan ibadah seperti sholat sunnah, dzikir, berdoa dan I’tikaf saat berada di Raudhah supaya mendapat keutamaannya. Keutamaan Raudhah juga parallel dengan keutamaan Masjid Nabawi, sebagaimana sabda Nabi;
صَلاَةٌ فِي مَسْجِدِي هَذَا خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ صَلاَةٍ فِيمَا سِوَاهُ، إِلَّا المَسْجِدَ الحَرَام
"Satu sholat di masjid saya (Masjid Nabawi) ini lebih baik daripada seribu sholat di tempat lain, kecuali Masjidil Haram." (HR. Bukhari)
Umat Muslim meyakini Raudhah sebagai salah satu tempat mustajab untuk berdoa. Mengingat adanya batasan waktu berkunjung, maka kita harus memaksimalkan ibadah ketika di Raudhah. Kita dapat melaksanakan shalat sunnah tahiyatul masjid, dilanjutkan dengan shalat sunnah taubat atau shalat sunnah mutlak. Kemudian memanjatkan doa maupun hajat diri sendiri, keluarga dan teman.
Perlu diingat bahwa ukuran Raudhah yang kecil, tempat ini sering dipenuhi oleh jemaah dari seluruh dunia, terutama saat musim haji dan umrah. Supaya beribadah bisa nyaman, maka gunakan strategi dalam beribadah di Raudhah. Raudhah selalu ramai, datanglah lebih awal agar memiliki waktu yang cukup untuk beribadah, dan sesuai dengan jadwal masuk. Pergunakan waktu di Raudhah untuk berdoa dengan khusyuk dan memohon ampunan serta rahmat dari Allah. Perhatikan tata kesopanan untuk menjaga adab, tidak berdesak-desakan, dan memberikan kesempatan kepada orang lain untuk beribadah. Yang tidak kalah penting, taati ketentuan pengelola Masjid Nabawi yang umumnya mengatur waktu kunjungan jemaah ke Raudhah, baik untuk pria maupun wanita. Kita juga bisa menggunakan aplikasi Nusuk untuk bisa mendapatkan izin masuk ke Raudhah.
Pemesanan izin (tasreh) wajib dilakukan melalui aplikasi Nusuk (App Store) atau Nusuk (Google Play). Perhatikan hal-hal berikut untuk mengunjunginya: Jadwal kunjungan dibagi secara ketat berdasarkan jenis kelamin untuk memastikan ketertiban. Perempuan jadwalnya mulai setelah shalat Subuh hingga 11.00 pagi, dan setelah shalat Isya’ hingga 02.00 dini hari. Laki-Laki, jadwalnya dini hari (02.00 pagi hingga Subuh) dan siang hari (11.30 pagi hingga shalat Isya).
Cara Daftar Izin (Tasreh), Unduh dan buka aplikasi Nusuk, lalu pilih menu sebagai Visitor (Pengunjung). Lakukan registrasi menggunakan nomor paspor, nomor visa, dan data diri Anda. Pada halaman utama, pilih menu Raudhah Permit. Tentukan tanggal dan slot waktu yang tersedia. Konfirmasi pilihan kita. Tiket/Izin digital (QR Code) akan diterbitkan.
Akses pintu masuk Jemaah perempuan biasanya diarahkan untuk masuk melalui gerbang/pintu 37 atau pintu 25. Jemaah laki-Laki antrean dan akses masuknya biasanya melalui pintu 38 dan sekitarnya (menuju area depan Raudhah). Maka datanglah tepat waktu, upayakan untuk tiba di lokasi antrean setidaknya 30 - 40 menit sebelum jadwal permit.
Tentunya, yang tak kalah penting, persiapan fisik dan mental selama berada di dalam Raudhah. Waktu akan dibatasi oleh petugas (Askar). Manfaatkan waktu singkat ini sebaik-baiknya untuk shalat sunnah, berzikir, dan memanjatkan doa secara khusyuk tanpa mengganggu jemaah lain. Bahkan berbagi tempat itu jauh lebih baik ketimbang memonopoli tempat.