Alamat

Gedung Pascasarjana UIN Madura

Telp./WA

(0324) 6-1234-33

Email

dis@iainmadura.ac.id

WUKUF DI ARAFAH DAN PELAKSANAAN SHALAT FARDHU DI ARMUZNA

  • Diposting Oleh Admin
  • Rabu, 20 Mei 2026
  • Dilihat 502 Kali
Bagikan ke

Oleh: Dr. H. Imam Amrusi Jailani, M.Ag.

(Pembimbing ibadah haji kloter)

 

Wukuf diartikan dengan berdiam diri atau berhenti di Arafah setelah melakukan ihram haji tanggal 9 Dzulhijjah atau sehari sebelum hari raya Idhul Adha. Wukuf merupakan puncak pelaksanaan ibadah haji. Wukuf pula yang menjadi pembeda haji dan umrah, ditambah rangkaian manasik haji di Muzdhalifah dan Mina

Ketentuan wukuf didasarkan pada hadits nabi yang diriwayatkan oleh Ahmad, Abu Dawud, At-Tirmidzi, An-Nasai, Ibnu Majah, Al-Hakim, Al-Baihaqi, dan Ad-Dailami berikut ini:

عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ يَعْمَرَ قَالَ شَهِدْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَأَتَاهُ نَاسٌ فَسَأَلُوهُ عَنْ الْحَجِّ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْحَجُّ عَرَفَةُ فَمَنْ أَدْرَكَ لَيْلَةَ عَرَفَةَ قَبْلَ طُلُوعِ الْفَجْرِ مِنْ لَيْلَةِ جَمْعٍ فَقَدْ تَمَّ حَجُّهُ رواهأحمد وأبو داود والترمذى والنسائى وابن ماجه والحاكم والبيهقى والديلمى

Artinya: Dari sahabat Abdurrahman bin Ya’mar ra, aku menyaksikan Rasulullah saw didatangi para sahabat. Mereka bertanya perihal haji. Rasulullah saw menjawab, “Haji itu Arafah”. Siapa saja yang mendapati malam Arafah sebelum terbit fajar malam Muzdalifah (malam Idul Adha), maka sempurnalah hajinya”.

Selama di Arafah, Jemaah haji melakukan shalat fardhu dan memperbanyak dzkir, berdoa dan membaca Al-Qur’an. Tata cara wukuf dan shalat di Arafah sudah tertuang di dalam buku Tuntunan Manasik Haji dan Umrah, yang diterbitkan Kemenhaj tahun 2026, dengan merujuk kepada kitab-kitab fikih. Buku tersebut merupakan tuntunan dan panduan bagi Jemaah haji. Secara ringkas panduan tersebut dapat dituangkan dalam langkah-langkah atau tata cara shalat di Arafah dan Mina:

Tata Cara Shalat di Arafah saat Wukuf

Pelaksanaan shalat di Arafah dilakukan dengan cara Jama’ taqdim dan qashar. Tuntunan seperti ini dicontohkan dalam sunnah Rasulullah SAW saat melaksanakan Haji Wada'. Waktu pelaksanaannya dimulai setelah masuk waktu Dzuhur (tergelincir matahari) pada tanggal 9 Zulhijjah. Shalat Dzuhur dan Asar dikerjakan dalam satu waktu, yaitu di waktu Dzuhur.

    Masing-masing shalat diringkas, qashar, menjadi 2 rakaat, Dzuhur 2 rokaat, dilakukan secara berjemaah, kemudian Asar juga 2 rokaat. Sebelum shalat terlebih dahulu didahului dengan adzan. Adzan dilakukan satu kali adzan, dilanjutkan iqamah 2 kali, satu iqamah untuk Dzuhur, dan satu iqamah lagi untuk Asar, setelah salam Dzuhur. Setelah itu dzikir atau membaca Al-Qur’an. Perlu diperhatikan bahwa tidak ada shalat sunnah (rawatib) di antara keduanya. Jadi, setelah shalat Dzuhur langsung berdiri, diikuti iqamah, dan langsung shalat Asar,

Tata Cara Shalat di Mina saat Mabit

Di Mina, pada tanggal 10, 11, 12 bagi nafar awal, dan 13 Zulhijjah, bagi nafar tsani, jemaah haji dianjurkan untuk melakukan shalat pada waktunya masing-masing, dengan tetap diringkas, qashar, namun tanpa Jama’. Walaupun ada pendapat yang mengatakan bahwa tidak apa-apa jika dilakukan dengan jama’. Semua shalat yang 4 rokaat , Dzuhur, Asar, dan Isya’ dikerjakan 2 rakaat, qashar. Sedangkan Maghrib tetap 3 rakaat dan Subuh tetap 2 rakaat. Dengan cacatan setiap shalat dikerjakan pada waktunya masing-masing. Jadi tidak usah digabung atau jama’, kecuali jika terdapat alasan  syar'i.

Rasulullah SAW selama di Mina selalu meng-qashar shalatnya, namun tidak menggabung (jama’) kecuali saat di Arafah dan Muzdalifah. Masing-masing dikerjakan pada waktunya. Hal tersebut didasarkan kepada Hadis yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, hadis No. 1218, dari sahabat  Jabir bin Abdillah r.a.: bahwa Nabi SAW mendatangi lembah (Arafah), lalu beliau berkhutbah... Kemudian Bilal adzan, lalu iqamah. Maka beliau shalat Dzuhur, kemudian iqamah lagi lalu beliau shalat Asar, dan beliau tidak melakukan shalat sunnah apa pun di antara keduanya.

Demikian pula hadis yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari, hadis No. 1082, dari sahabat Ibnu Umar r.a.:

    عن ابن عمر رضي الله عنهما قال: صليت مع النبي صلى الله عليه وسلم بمنى ركعتين، وأبي بكر، وعمر، ومع عثمان صدراً من خلافته ثم أتمها

    "Dari Ibnu Umar r.a., ia berkata: 'Aku salat bersama Nabi SAW di Mina dua rakaat (qashar), begitu pula bersama Abu Bakar, Umar, dan bersama Utsman di awal masa kekhalifahannya, kemudian ia menyempurnakannya."

Mekkah, 16 Mei 2026/30 Dzulqa’dah 1447 H.