Alamat

Gedung Pascasarjana UIN Madura

Telp./WA

(0324) 6-1234-33

Email

dis@iainmadura.ac.id

SEHAT MERUPAKAN MAHKOTA YANG TIADA TARA HARGANYA

  • Diposting Oleh Admin
  • Selasa, 26 Mei 2026
  • Dilihat 31 Kali
Bagikan ke

Oleh: Dr. H. Imam Amrusi Jailani, M.Ag.

(Pembimbing ibadah haji kloter SUB 74)

 

Ternyata kesehatan amat berharga dan sangat mahal harganya. Begitu berharganya kesehatan, hingga para ulama dahulu berkata dalam sebuah pepatah mereka;

الصِّحَّةُ تَاجٌ عَلَى رُءُوسِ الأَصِحَّاءِ لاَ يَرَاهُ إِلَّا الْمَرْضَى

 “Kesehatan adalah mahkota di atas kepala orang-orang yang sehat, yang tidak bisa dilihat kecuali oleh orang-orang yang sakit.”

Adakah sesuatu yang lebih berharga dan lebih tinggi derajatnya ketimbang mahkota. Mahkota kedudukannya berada di atas kepala raja. Siapa pun yang memakai mahkota kerajaan, maka dialah rajanya. Mahkota ternyata lebih berharga dari raja itu sendiri. Mahkota selamanya akan menjadi kebanggaan dan selalu dipuja serta diagungkan, sekali pun berkali-kali mengalami perpindahan, karena yang memakainya pasti raja. Sedangkan raja yang pernah memakai mahkota, tatkala tidak lagi memakai mahkota, maka tidak lagi disebut raja, dan mungkin tidak lagi diagungkan sebagaimana sewaktu masih memakai mahkota.

Sehat dan sakit sering berkaitan erat dengan ikhtiar kita untuk menjaga Kesehatan. Sehat banyak bergantung kepada usaha manusia yang menjaga kesehatan, yaitu dengan tindakan preventif. Dan hal itulah yang sangat ditekankan oleh Rasulullah kepada umatnya untuk memperbanyak doa memohon keselamatan dan kesehatan, serta selalu menjaga kesehatan sebelum dihinggapi sakit, atau agar tidak menderita sakit.

Sakit merupakan salah satu ujian dari Allah kepada makhlukNya. Jenisnya pun beragam, mulai dari yang ringan sampai yang berat. Untuk menghadapi ujian sakit, umumnya kita akan memilih untuk berupaya sembuh, walaupun ada pula sekelompok orang yang memilih untuk pasrah tanpa berusaha, yang sebenarnya bentuk kesalahpahaman tentang sabar. Nabi Muhammad SAW pun selalu menyarankan umatnya untuk selalu menjaga kesehatan, karena sejak dahulu, bahkan sejak adanya dunia ini, sudah ada berbagai penyakit. Dalam sebuah hadus yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, Rasulullah menyatakan bahwa setiap penyakit tentu ada obatnya:

حَدَّثَنَا هَارُونُ بْنُ مَعْرُوفٍ وَأَبُو الطَّاهِرِ وَأَحْمَدُ بْنُ عِيسَى قَالُوا حَدَّثَنَا ابْنُ وَهْبٍ أَخْبَرَنِي عَمْرٌو وَهُوَ ابْنُ الْحَارِثِ عَنْ عَبْدِ رَبِّهِ بْنِ سَعِيدٍ عَنْ أَبِي الزُّبَيْرِ عَنْ جَابِرٍ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ لِكُلِّ دَاءٍ دَوَاءٌ فَإِذَا أُصِيبَ دَوَاءُ الدَّاءِ بَرَأَ بِإِذْنِ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ

Telah menceritakan kepada kami Harun bin Ma’ruf dan Abu Ath Thahir serta Ahmad bin ‘Isa mereka berkata; Telah menceritakan kepada kami Ibnu Wahb; Telah mengabarkan kepadaku ‘Amru, yaitu Ibnu al-Harits dari ‘Abdu Rabbih bin Sa’id dari Abu Az Zubair dari Jabir dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda: “Setiap penyakit ada obatnya. Apabila ditemukan obat yang tepat untuk suatu penyakit, akan sembuhlah penyakit itu dengan izin Allah ‘azza wajalla.

Bahwa setiap penyakit ada obatnya bersifat secara umum. Artinya semua penyakit dapat disembuhkan dengan obat yang sesuai dan tepat ukurannya, untuk melawan penyakita tersebut. Begitulah menurut Ibnu Qayyim bahwa Allah menciptakan obat-obatan untuk menyembuhkan berbagai penyakit. Hal tersebut mengisyaratkan perintah untuk berobat. Berobat itu wajib, sebagai sebuah ikhtiar untuk mempertahankan kesehatan kita tetap terjaga.

Jika sakit berobatlah, sebagaimana saat kita lapa, maka makanlah, Pada saat haus, maka minumlah. Berusahalah untuk selalu dalam kondisi yang baik, normal dan membahagiakan. Maka apa pun yang menjadi penghalang kondisi tersebut  perlu diatasi, jangan hanya dihadapi dengan diam. Hal ini selaras dengan sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Abu Dawud dari Abu Darda, Rasullah bersabda:

إن الله تعالى أَنْزَلَ الدَّاءَ وَالدَّوَاءَ وَجَعَلَ لِكُلِّ دَاءٍ دَوَاءً فتداووا ولا تداووا بالحرام

Sesungguhnya Allah menurunkan penyakit dan obatnya dan menjadikan bagi setiap penyakit ada obatnya. Maka berobatlah kalian, dan jangan kalian berobat dengan yang haram.

Kesembuhan bisa didapatkan bukan semata-mata dari obat yang diciptakan manusia, tetapi atas kehendak dan ziin Allah yang mengizinkan obat tersebut membawa kesembuhan. Dan hadis tentang berobat itu sangat terkenal, bahwa setiap penyakit memiliki obat. Bila cocok obat dengan penyakitnya, maka akan sembuh dengan izin Allah.

Oleh karena itu, dalam pelaksanaan ibadah haji, jemaah dianjurkan untuk selalu menjaga kesehatan, dengan pola makan yang terpola dan teratur serta bergizi. Mereka juga dibekali obat-obatan yang dibawa dari tanah air serta berbagai APD (Alat Pelindung Diri), seperti masker. Demikian pula dalam setiap kloter disertakan dokter dan paramedis untuk selalu memantau kesehatan para jemaah, dan mengatasi keluhan jika ada di antara nereka yang menderita penyakit. Itu semua diupayakan agar kondisi jemaah selalu sehat dan vit, karena sehat merupakanmodal utama untuk bisa mengerjakan ibadah haji dengan sempurna, khususnya pada puncak haji, Armuzna. Semoga semua jemaah selalu sehat dan hajinya mabrur, Amin.

Mekkah, 24 Mei 2026/7 Dzulhijjah 1447 H.